About Me
- Kiki
- Jakarta, Indonesia
- perempuan muda, senang bersenandika tuk tetap sehat, senang belajar, merantau, dan suka sekali dengan kata-kata ini; TO EXIST IS NOT ENOUGH.
A Moment of Happiness
A moment of happiness,
you and I sitting on the verandah,
We feel the flowing water of life here,
and the birds singing.
and we will show them
You and I unselfed, will be together,
The parrots of heaven will be cracking sugar
as we laugh together, you and I.
In one form upon this earth,
and in another form in a timeless sweet land.
(Jalaluddin Rumi)
Persis seperti puisi tua Rumi di atas, aku dan suami sering duduk di teras rumah kami. Sambil menyeruput teh panas, membicarakan hal-hal sederhana tentang rencana masa depan. Suamiku yang takut bermimpi kadang mencegat lamunanku. Tapi tetap saja, aku tak pernah berhenti bermimpi dan berharap, apalagi mimpi untuk terus bersama. In one form upon this earth, and in another form in a timeless sweet land.
Thursday, August 12, 2010 | Labels: luv | 1 Comments
Berlindung Pada Yang Satu?
Beberapa hari yang lalu, saat kumpul bersama ibu-ibu muda yang sedang hamil dan baru punya anak, seseorang menyeletuk padaku, "kamu sebaiknya pake penangkal Ki. Penitiin di dalam baju di daerah perut". Mereka lalu menyarankan aku untuk membelinya di pasar karena 'barang' itu banyak tersedia di pasar-pasar rakyat. Aku lupa apa nama penangkal itu. Sama sekali belum pernah mendengarnya sebelum itu. Karena aku memang tidak percaya manfaatnya, aku cuma tersenyum saja. Sepanjang perjalanan, aku berpikir kenapa orang-orang modern masih percaya dengan hal-hal seperti itu ya? Sempat terpikir, mungkin karena aku beda adat istiadat dari mereka, jadi aku tidak mengenal hal itu sama sekali.
Namun ternyata, teman dari tempat asalku juga menyarankan aku memakainya. Menurutnya, perempuan hamil terasa manis oleh setan-setan, jadi harus menggunakan penangkal!
Sekali lagi aku cuma tersenyum manis saja menanggapi saran teman lamaku. Seandainya aku lebih berani untuk menyuarakan keyakinanku. Agh....
Dan hari-hari ini aku berpikir, apakah kita yang mengaku muslim ini, yang ber-Tuhan satu; Allah SWT, yang mengaku berserah diri hanya kepadaNya saja, benar-benar sudah melaksanakannya? Jangan-jangan itu cuma cuap-cuap mulut kita saja. Omong kosong yang kita serukan lima kali sehari. Astaghfirullah.
Bagiku, biar pada Dia saja aku berlindung. Insya Allah akan selalu begitu. Toh, yang lain selain Allah tak tahu 'apa yang terjadi' pada jiwa janin di dalam rahimku. Setan pun tak punya pengetahuan secuilpun tentang yang gaib-gaib. Dan dengan izin Allah, aku yakin Ia tak akan mengizinkan apapun atau siapapun 'mengganggu' janin ini. Biar doa Ibu Bapaknya dan kasih sayang Allah yang melindungi jiwa raganya.
Dan bukankah ada banyak malaikat yang diizinkan Allah beristighfar untuk setiap wanita hamil setiap hari. Allah pun memberi 1000 kebaikan dan menghapus 1000 kejahatan dari kita. Insya Allah.
Lalu, bagaimana mungkin aku masih 'tega' meminta perlindungan pada si penangkal?
Semoga Allah menjauhkan kita dari dosa syirik, sekecil apapun. Karena ada api yang menyala-nyala di baliknya. Astaghfirullah.
Tuesday, May 25, 2010 | Labels: pencerahan | 0 Comments
Hidup Abadi
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Ali Imran: 169-170)
Kemarin pagi, untuk pertama kalinya aku masuk ke Komplek Taman Makam Pahlawan Kalibata. Waktu masuk ke sana dan melihat ke makam-makam para pejuang, aku ingat ayat ini. Terharu sangat. Sepanjang acara akhirnya aku lebih banyak komat-kamit membaca doa untuk mereka.
Semoga kita juga bisa istiqamah di jalan Allah sampai mati. Alangkah indahnya bergirang hati setelah mati nanti. Insya Allah.
Thursday, May 20, 2010 | Labels: spirit | 0 Comments
Lullaby for my baby
O babe, swear to Allah and insha Allah we'll remind you who you are.
O babe, i know you'll forget everything about The Almighty and the paradise,
but dont be scared,
we'll teach you how to find Him and our truly home.
O babe, hold me tight.
Just grow in me, happily baby.
We love you.
Thursday, April 29, 2010 | Labels: luv | 0 Comments
Selamat Ulang Tahun Pap
Pagi tadi saat berdesak-desakan di bus, mataku tanpa sengaja menoleh ke papan iklan besar sebuah bank asing di ujung jembatan jalan HR Rasuna Said. Kalimat di samping lelaki berwajah oriental itu yang menahan mataku; "tomorrow seeing my daughter graduate from university."
Sekejap teringat percakapanku di masa dulu, lama sekali. Aku anak SD yang polos bertanya pada Ayahku apakah dia punya tabungan di bank, karena tak sekalipun aku melihatnya memegang buku tabungan atau pergi ke bank, kecuali menabung pendapatan kas mesjid yang bukan miliknya pula. "Pap, apa engkau punya tabungan sendiri?" Beliau menoleh padaku dan mengusap kepalaku sambil berkata; "kamu dan kakak-kakakmu lah tabunganku, lebih dari cukup untukku".
Pagi ini, ucapannya terngiang lagi di telingaku. Ayahku yang bersahaja. Memegang hp saja tak mau. Berpakaian seadanya. Tapi selalu punya uang untuk membelikanku buku baru dan menyekolahkanku, hingga aku jadi kikuk sendiri melihat gelar di belakang namaku hari ini. Mendidik perempuan berarti mendidik bangsa. Bukan begitu, Ayahku?
Aah...
Mari bersyukur Pap, karena tak semua ayah di luar sana mendapat nikmat sepertimu. Mengantar semua anak-anaknya ke sekolah dan melihat mereka menjadi sarjana atau lebih tinggi lagi.
Mari bersyukur Pap, karena tak setiap anak yang diantar ke sekolah pulang dengan ijasah. Banyak yang kalah karena salah arah.
Mari bersyukur Pap, karena kita masih bersama menghadapi pahit manisnya kehidupan manusia. Tak semua orang bertahan dalam keluarga yang utuh dan rukun.
Sungguh aku bersyukur menjadi anakmu Pap. Terimakasih telah menerima amanah itu dengan baik. Tak ada yang akan kusangkal di hadapan Tuhan nanti, Pap. Insya Allah. Mohon antarkan aku pada gerbang hidupku berikutnya. Doakan aku. Amati lakuku dan tegur aku selalu jika membuatmu malu.
Selamat ulang tahun Pap! Semoga ridha Allah selalu bersamamu Ayahku.
Thursday, March 11, 2010 | Labels: luv | 1 Comments